Program Strategis

Pertumbuhan suatu bangsa yang dibangun di atas eksploitasi sumber daya alam tidak bersifat lestari. Ada kebutuhan untuk melakukan evaluasi ulang atas prioritas nasional demi kemakmuran bagi generasi mendatang. Kebijakan dan strategi pemerintah juga harus dapat mengakomodasi perencanaan jangka panjang serta bekerjasama dengan negara lain untuk melindungi lingkungan dari dampak eksploitasi jangka pendek.

Berdasarkan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) tanpa pengurangan target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan sebesar 7 persen, strategi nasional REDD+ dijabarkan menjadi tiga program strategis sebagai berikut:

  1. Pengelolaan lanskap berkelanjutan;
  2. Pelaksanaan sistem ekonomi pemanfaatan sumber daya alam secara lestari; dan
  3. Konservasi dan rehabilitasi.

Ketiga program strategis di atas dapat berupa program sektoral terutama sektor kehutanan, pertanian, pertambangan, serta program Pemerintah Daerah. Program tersebut dapat pula merupakan program terpadu dengan pendekatan lanskap yang berlandaskan ekoregion dengan pengelolaan lahan multifungsi, sesuai mandat UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Pelaksanaan REDD+ dapat mencapai target pengurangan emisi, peningkatan cadangan karbon, pemeliharaan keanekaragaman hayati, dan pembangunan ekonomi jangka panjang dalam skala nasional, apabila kondisi yang memungkinkan (enabling conditions) bagi pelaksanaan ketiga program strategis di atas dapat diwujudkan. Berdasarkan kerangka strategi nasional REDD+, kondisi yang memungkinkan tersebut tidak terpisahkan dan menjadi bagian integral dalam pelaksanaan program strategis REDD+. Demikian pula, dalam pelaksanaan program strategis tersebut juga diperlukan program perubahan paradigma, budaya kerja, serta pelibatan para pihak. Perumusan program strategis juga memerlukan upaya untuk merealisasikan kondisi yang memungkinkan tersebut, karena kondisi itu sebagian besar belum terwujud.

Manfaat terciptanya kondisi yang memungkinkan tersebut tidak terbatas bagi pelaksanaan program REDD+. Kondisi itu dapat menunjang pelaksanaan pengelolaan sumber daya alam pada umumnya dan dapat dicapai dengan efektif, apabila peran Lembaga REDD+ dalam melaksanakan koordinasi dan kerja sama lintas sektor berhasil. Sinergi kebijakan, peraturan, dan program antar-sektor dan Pemerintah Daerah sangat penting dalam menentukan keberhasilan implementasi REDD+. Dengan demikian akan terjadi pengurangan emisi secara permanen sebagai hasil pelaksanaan suatu program.

  • Strategic Programs
Masalah kerusakan lingkungan hidup (environmental crisis), perubahan iklim, pemanasan global, dan manifestasi lain sejatinya adalah krisis moral, karena terjadi sebagai akibat perbuatan manusia.
Ada banyak inovasi masyarakat. Kalau itu tidak dikumpulkan maka akan buyar. Ini harus dilakukan secara sistematis sebagai salah satu modal besar bangsa kita dalam meningkatkan ketahanan nasional terhadap dampak-dampak perubahan iklim.
Director General for Climate Change in the Ministry of Environment and Forestry, Mrs.Nur Masripatin has set the meeting schedule concerning the INDC target for each sector, which includes preparing the documents to be submitted to the Ad hoc...
Kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2015 makin menyadarkan semua pihak pentingnya pengelolaan lahan gambut berkelanjutan. Untuk meningkatkan peran masyarakat dalam hal ini, UNDP bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi.
Emisi yang dihasilkan biodiesel lebih kecil dibanding bahan bakar fosil. Ia menyontohkan bahwa menurut penelitian setiap liter penggunaan bahan bakar fosil akan menghasilkan emisi 2,6 kilogram CO2e. Sedangkan biodiesel mengeluarkan emisi 1,54...
Kebutuhan adanya kelembagaan tentang measurement, reporting and verification (MRV) untuk program Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD) dirasakan mendesak saat ini. Apalagi kegiatan MRV memerlukan pendanaan yang besar...
Dalam konteks pelaksanaan REDD+ perubahan transformatif sudah, sedang, dan harus diteruskan prosesnya. Di tingkat nasional, REDD+ berproses secara teknis, politis, dan legal. REDD+ secara operasional sudah dijalankan di 76 kabupaten di 11 provinsi...
Festival Iklim 1-4 Februari 2016 merupakan titik pijak untuk penguatan pelibatan masyarakat dalam mengatasi dampak perubahan iklim dari tingkat nasional sampai tingkat tapak. Hal ini dilakukan sebagai internalisasi hasil Pertemuan Para Pihak (COP)...
share this on:

Buletin

Maret
  • Maret
  • Februari
  • Januari

United Nations Development Programme - 2016