Dalam tataran pemerintah dan pegiat lingkungan inisiatif REDD+ bukan barang baru. Tetapi untuk masyarakat di tingkat tapak, bahkan yang hidupnya berada dan tergantung dari hutan pun, belum tentu mengetahui apa esensi REDD+ sesungguhnya.
Prinsip penting dalam proses distribusi manfaat kegiatan pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan dan lahan gambut (REDD+) adalah adanya perubahan paradigma bahwa masyarakat akan menjadi subyek dari suatu program maupun kebijakan.
Pembicaraan tentang REDD+ tidak dapat terpisahkan dari wacana penggunaan lahan. Dan dalam kenyataannya isu penggunaan lahan di Indonesia tidak pernah sepi dari konflik. Tumpang tindih perizinan dalam penggunaan lahan menjadi masalah kunci dalam konflik penggunaan lahan.
Kejadian kebakaran hutan dan lahan gambut 2015 menempatkan Indonesia ke titik perhatian dunia. Berulangnya kejadian kebakaran kali ini bertanggung jawab atas kerugian ekonomi dengan perkiraan awal mencapai $ 16 milyar.
share this on:

Buletin

Maret
  • Maret
  • Februari
  • Januari

United Nations Development Programme - 2016