• NEWS
Director General for Climate Change in the Ministry of Environment and Forestry, Mrs.Nur Masripatin has set the meeting schedule concerning the INDC target for each sector, which includes preparing the documents to be submitted to the Ad hoc Working Group on Paris Agreement and other working groups...
Panel of judges in court declared the verdict that from the entire lawsuit, nothing can be proven both from the economic loss as well as the biodiversity damage. This verdict outraged people and as easily predicted, some Indonesians expressed their disappointment by not only hacking the Court’s official website, but also, spreading mockery against the Palembang District Court judges spread in social media...
Terdapat 3 opsi/pilihan menyelesaikan konflik di TNTN. Pertama, melakukan restorasi dan rehabilitasi di areal overlap dan ruang kosong seluas 3000 ha yang akan dijadikan model lahan rehabilitasi di Desa Lubuk Kembang Bungan dan Desa Air Hitam.
Kebutuhan adanya kelembagaan tentang measurement, reporting and verification (MRV) untuk program Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD) dirasakan mendesak saat ini. Apalagi kegiatan MRV memerlukan pendanaan yang besar dan berkelanjutan.
Kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2015 makin menyadarkan semua pihak pentingnya pengelolaan lahan gambut berkelanjutan. Untuk meningkatkan peran masyarakat dalam hal ini, UNDP bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi.
Tarik menarik antara kepentingan keberlanjutan lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat menyebabkan terjadi konflik di wilayah ini. Ada lima wilayah Hutan Harapan (di Jambi) yang diklaim milik masyarakat yang melibatkan 2020 kepala keluarga.
Dalam konteks pelaksanaan REDD+ perubahan transformatif sudah, sedang, dan harus diteruskan prosesnya. Di tingkat nasional, REDD+ berproses secara teknis, politis, dan legal. REDD+ secara operasional sudah dijalankan di 76 kabupaten di 11 provinsi Indonesia pada kurun 2011-2014.
Festival Iklim 1-4 Februari 2016 merupakan titik pijak untuk penguatan pelibatan masyarakat dalam mengatasi dampak perubahan iklim dari tingkat nasional sampai tingkat tapak. Hal ini dilakukan sebagai internalisasi hasil Pertemuan Para Pihak (COP) ke-21 di Paris, Perancis, pada penghujung 2015.
Festival Iklim yang berlangsung 1-4 Februari ini menjadi wahana untuk memberi pengakuan terhadap apa yang telah dilakukan masyarakat terkait isu perubahan iklim. Menurut Siti, inisiatif masyarakat yang didampingi CSO banyak yang bagus sehingga semuanya perlu dikonsolidasikan.
share this on:

Buletin

Maret
  • Maret
  • Februari
  • Januari

United Nations Development Programme - 2016